Wednesday, April 2, 2008

Different Kind of Child

Beberapa hari yang lalu saya sempet nonton acara yang jadi favorit saya dan ibu saya, "Friends and the city".
Kebetulan aja kemaren itu topiknya adalah Different Kind of Child, which is membahas anak2 yang menjadi berbeda karena memiliki ayah dan ibu yang separated (divorced). Seru banget aja karena pembicaranya Poetri Soehendro dan Alexander Sriwijono yang emang host-nya acara tersebut. Dan yang bikin makin pengen nonton adalah topik bahasannya itu..."gue banget gitu loohhhh.." hehehheheh....
Speaking of that topic, ternyata si Poetri Soehendro itu adalah one of victim of divorcing parents juga. Terus dia cerita pengalaman masa kecilnya yang merasa tidak pernah dibeda2kan oleh keluarga besarnya, even ibu bapaknya splited up. Wah...what a wise family members she have. Meskipun begitu memang ngga' pernah jadi hal yang mudah krn itu udah dialaminya wkt kelas 3 SD. Terusnya saya jadi mikir, how lucky i am....karena waktu orang tua saya splited up, saya waktu itu udah kuliah semester 1. Nahh...terus yang bikin saya lebih seneng lagi adalah dia sangat berani mematahkan statistik bahwa anak2 dari divorcing parents bakal jadi ancur berantakan karena broken home, WOWWWWwww......two thumbs up buat Poetri Soehendro.
Bahkan sebenernya justru anak2 yang keluarganya tidak lengkap ini banyak yang menjadi seseorang yang sukses.
Dan bener banget kalo kata peribahasa "It takes one village to educate a child", emang butuh orang satu desa istilahnya untuk mengeducate si anak itu, artinya ngga' cuman orang tuanya aja tapi butuh amount of people.
Apalagi dibesarkan oleh keluarga yang tidak sempurna, membutuhkan lingkungan yang baik dan membutuhkan support yang luar biasa.
Dan hal inilah yang aku dapet dari keluargaku, bahwa its' normal for being different. Mereka ngga' pernah sekalipun beda2in aku dan adikku, juga selalu kasih support yang ngga brenti2 sama kita (love u oma, tante dan omku tersayang). Enuf bout' me. Sooooo....inti dari pembicaraannya mereka adalah bahwa anak2 yang mempunyai keluarga tidak sempurna (having divorcing parents) sebaiknya tidak pernah dibeda2kan oleh lingkungan sekitarnya, justru sebaiknya mereka harus diperlakukan normal sama seperti anak2 yang keluarganya lengkap.
Wheewww...kagum banget deh denger dia ngomong gitu. Applause buat mba Poetri Soehendro pokona'.
In the mean time perut ini udah laper...eh ternyata emang udah waktunya lunch..hihihi..
Oiya...wise word of the day adalah jaga mental untuk hidup lebih sehat in a positive way..
Yaayyy!!! I Love MyLife

Monday, March 24, 2008

Plesiran Wisata Kota Tua


Huwaaaaaa....akhirnya udah senen lagi deh. Masuk kantor lagi dan menghadapi daily activity yang itu lagi itu lagi (but still make me feel happy). Btw,long weekend kemaren yang super lama itu akhirnya meninggalkan bekas yang amat sangat berkesan. Akhirnya nih plesiran museum yang udah lama ku impi2kan kejadian juga deh...huwaaaaa...senangnya. Pertama-tama kita ke museum fatahillah, dan berwisata kota tua disana.
Sempet juga motret2 bangunan2 tua yang keren2 itu, dan hasilnya lumayan lah untuk seorang amatiran..hehehhe...
Terus abis dari sana kita ke museum keramik yang tepat persis ada di depan museum fatahillah.
Sore2an dikit kita jalan kaki ke monas (sumpah udah kya hippies ,hahahha)...
Akhirnya...sampe lah kita di Jl. Veteran yang terkenal dgn makanan2 yg super ok dan suasana vintage abisss...Pesenlah es krim ragusa yang enyaaaaaaaa........bgttt, kebetulan rum raisin-nya well recommended bgt deh. Dan best part nya nih lagu2 yang di mainin tuh waktu jaman opa oma dulu dehh..macem louis armstrong gitchuuuu...huehehehhehe.
Uhhh...ngga' kerasa udah mulai sore, jam 4an kita pun segera cabut dari sana, dengan wajah sumringah karena hasil jepretan foto2 well done darling.
Huhuhu...oke lah pokonya..

Thursday, March 13, 2008

Butuh Rehat Sejenak

Kenapa ya..susah banget buat nyatuin pikiran kita sama orang lain??
Selalu ada aja yang bikin semua jadi ribet dan alih-alih jadi ancur berantakan....
Pusing deh kalo udah begini, masing2 punya ego yang ngga' bisa ditolerir lagi,
pengen banget pendapat kita diterima sama orang tapi dikira malah jadi bossy atau sok kuasa.
UUUUuuuuuughhhhHHH....ribettt!!!!
Kalo udah mentok gini nih..biasanya sih malah jadi lari dan kabur dari masalah yang harusnya justru dipikirin.
Mungkin mending rehat sejenak dulu kali yaa...
Ngeteh2 sambil hahahihi..denger celotehan2 ngga' penting tentang cinta laura (sumpah deh lama2 ni anak bikin gemesss...pengen banget rasanya aku timpuk pake sepatu!!hehehe)
Dan...nunggu sampe penat ini ilang, baru deh dilanjutin lagi.

Wednesday, March 12, 2008

Plesiran Ke Museum Yookk!

Aduuhhhh...udah gatel banget pengen menghabiskan weekend di museum.
Semoga aja weekend ini kita jadi ke museum yah guys..
Sebenernya rencana ini udah ada berbulan-bulan yang lalu, tapi yaaahh...secara pada ngga' ada yang mengkonfirmasi lagi jadi terlupakanlah plesiran kita ke museum (beeehhh...gaya abis) hehehhehe..
Jadi archeologist tuh sebenernya udah jadi cita2 aku dari dulu, tapi karena profesi ini ngga begitu menjanjikan di negara tercinta ini ya sudahlah..tergantikanlah dengan menjadi seorang penulis, yang menulis apapun, pengennya dengan mengatasnamakan idealisme, tapi apa boleh buat seorang copywriter dari sononya dipaksakan untuk menulis apa yang sebenernya tidak mereka sukai demi kemauan klien dan bos2 sok tau yang bisanya cuma perintah2 hehehhehe....
Eniwei...seneng deh rasanya liat arca, dan barang2 antik dan unik peninggalan tempo doeloe. Terakhir kali tuh ada kali jaman SMP gitu, ya ampyuunn..udah jaman bahela bgt kan boss. Terus pulangnya kita makan es krim ragusa yang yummyyy bgt deh...slurrppp. Hihihi...udah ngebayangin aja ck..ck..ck si vina ini memang daydreamer.

Saturday, February 16, 2008

Life Is Never Dull

In life..We all grow up
We all face doubt
We all make choices.
Kita tidak pernah tau kejutan-kejutan apa lagi dalam hidup yang menanti kita.

Yang saya tau semua hal yang terjadi di dalam dunia memicu saya untuk berpikir "What's next??", What kind of another distraction which going to happen in my life??
I mean..i'm not trying to think sceptical with life,in fact..i enjoyed every proccess which i should take.Sounds very cliche but life taught me everything,how to love,hate,back-stabbed,making friends,socialize,hurts,being cheated,risque thing,faithful,go crazy,wild,madness,rebellious,being complex,cry,sad,gloomy,sacrifice,revenge,loving someone who's not love u back in return,waiting someone for years just becoz u love him so much,divorcing parent's,and how's family's become the most important thing in life coz they always gonna be there in every kind of situations u've got..
Maybe u going to say, "Look who's talking about the cliche stupid things right now??!!"but hey..as long as i know, life is all about clicheand that's makes u human..
And i'm just a woman in process. I'm just trying like everybody else.I try to take every conflict, every experience, and learn from it.Life is never dull..Just like what Oprah said

I Just Wanted To Be Love By Men

Stop talking about love..
every asshole in the world says he loves somebody,it means nothing..what you feel only matters to you,it's that you do to the people you say you love that's what matters,it's the only thing that counts.
you know..being right isn't all it's cracked up to be and you can't try so hard to control it all. you know..life is pretty much in the greys for the most part.

and if you insist always on black and white,you are gonna be very unhappy.
get back on track,by listening to each other,something we've never done.
talk..no matter how pain it is,don't be so quick to walk away..
people know the truth..they may not like it or want to know it,but they always know.
and..as a matter or fact as a very normal human being i just wanted to be love by men..

Cerita Tentang Gerimis dan Key

Pagi ini dia cuma bisa diam.Diam, membisu, menatap langit-langit kamarnya yang cukup tinggi.Dimana hawa pagi itu menusuk hingga ke dalam sumsum tulangnya.Tubuh tipisnya hanya terbalur t-shirt putih yang menjadi favorit selama bertahun-tahun, celana pendek, serta kaus kaki yang melengkapi kedinginannya pagi itu. Namun ia tidak beranjak dari bibir tempat tidur dimana ia biasa duduk. Tempat dimana ia bisa merasakan hawa pagi masuk melalui jendela-jendela kamarnya yang besar.Dari luar jendelanya ia bisa melihat hijaunya rumput yang masih dihinggapi embun,dan burung-burung kecil yang bertengger di atas pagar rumahnya.Lalu tiba-tiba ia mendengar suara air menetes dari genting depan jendela."Gerimis..", katanya. Dan kemudian ia tersenyum.Segera ia beranjak keluar dari kamarnya. Tak berapa lama ia tiba di teras depan, sambil duduk ia menengadahkan tangannya merasakan gerimis pagi itu.Ia tersenyum simpul.Kemudian ia berdiri dan maju beberapa langkah menuruni tangga teras yang berujung pada rumput hijau yang basah dengan air hujan. Angin berhembus kencang,mengibaskan rambut hitamnya yang halus sehingga ia harus membenahinya dengan jari-jarinya yang putih bersih.Didongakkan kepalanya ke atas, dilihatnya langit biru mendung yang memberinya gerimis pagi itu. Kemudian ia mulai berputar dan menikmatinya.Ia kedinginan,tapi itu tidak menyulutkan langkahnya untuk tetap merasakan turunnya gerimis.Entah mengapa ia terihat begitu emosional.Sepertinya seluruh perasaannya yang hancur saat itu diluruhkan oleh air hujan yang membasahi rambut sampai ke tungkai kakinya.Suara hujan makin besar,gerimis pun berubah menjadi hujan lebat.Dan ia masih berada disana,menghentikan kakinya yang tadi membuatnya berputar. Kini ia hanya berdiri dalam hujan lebat di teras rumahnya, mematung, tertunduk, pikirannya kosong, hampa, jelas ia tidak merasakan apapun.Kemudian sesosok bayangan mendekati, mendekap tubuhnya,lalu menariknya dari hujan lebat yang membasahinya.Ia baru tersadar kini ia sudah di berada di dalam rumah.
"Ngapain kamu berdiri disitu?", bentaknya.Yang ia lihat di depannya kini seraut wajah cemas dan penuh pertanyaan."Key,lihat aku..,kamu kenapa Key?",wajah itu jelas tidak asing bagi Key.
Ia merasakan dingin yang luar biasa menusuk ke tulang-tulangnya.Key memeluk erat sendiri tubuhnya, dan ia mulai menggigil.Matanya menatap lekat sosok lelaki itu.Ia tak kuasa berkata-kata, tak sanggup membendung air matanya, dan perlahan pipinya pun basah.
Laki-laki itu,Tian..,hanya bisa memandang Key dengan iba.Perempuan yang dikenalnya 5 tahun lalu itu memang pernah punya tempat di hati Tian,bahkan hingga saat ini.Pikiran Tian kian berkecamuk entah mengapa ia merasakan ada yang tidak beres dengan key.Perlahan diusapnya dengan lembut pipi perempuan yang pernah mencintainya itu.Dihapusnya linangan air mata Key. "Key,apa yang ada di pikiran kamu sekarang?",pertanyaan Tian membuat Key menepis tangan Tian yang sejak tadi berusaha menghapus linangan air matanya.Key sontak bangun dari sofa yang didudukinya."Apa yang ada di pikiran kamu?",Key membentak Tian. Amarah itu sungguh terlihat dari mata Key yang masih tampak berkaca-kaca."Saya cinta kamu,saya tunggu kamu bertahun-tahun tanpa kejelasan apapun,dan sekarang kamu tanya apa yang ada di pikiran saya..",kata-kata itu pun terlontar dari mulut Key.Entah darimana ia dapat keberanian itu,apa yang ada di pikirannya saat itupun tidak seorang pun yang tahu termasuk dirinya sendiri."Menurut kamu apa yang ada di pikiran saya?".
"Key,saya minta maaf"."Saya ngga'pernah bermaksud menyakiti kamu",suara itu penuh penyesalan. Suara yang selalu membuatnya merasa nyaman dan tenang. Suara itu masih terdengar sama seperti 5 tahun lalu saat mereka baru memulai persahabatan mereka.
Tian beranjak dari sofa mendekati Key,dan berusaha memeluknya. Key pun mundur, menjauh dari laki-laki yang pernah sangat dicintainya dan pernah ditunggunya bertahun-tahun itu."Pergi kamu!",kata-kata itu meluncur dari mulut Key.Key tak kuasa melihat sosok itu,hatinya remuk,hancur sehancur-hancurnya.Dalam hatinya ia berharap Tian segera pergi dan kelak tidak perlu menemuinya lagi."Saya mohon Key,jangan begini caranya", kata Tian."For Godsake Tian,please leave",jawab Key.
Tian pun pergi meninggalkan Key. Sebelum ia pergi ia mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya."Selamat ulang tahun Key",sambil meletakkan sebuah kotak kecil warna putih yang dibungkus rapi lengkap dengan pita pink kecil yang sangat manis. Setelah itu Tian keluar dan tak berapa lama suara mesin mobil yang diparkir sekitar 20 menit di depan rumahnya itu makin menjauh dan tak terdengar lagi.