Do men always freakin out when women ask for commitment or gettin' serious in relationship???
this freakin mind seems pull over me to the edge of nowhere..
well i think it began to be in an uproar since one of my coworker tell me about a life which her livin it, last nite....
her love life actually...
she discussed it with me...and yes...i don't even close enuf with her,
but i don't mind listening to her, practically i'm impressed that she wud talk about her private life with me.
she had a boyfriend, and they had this what it called a relationships for about four years.
but apparently..the guy whom she living with do not want to take the next steps (the serious stage, the commitment)
Its obvious that her relationship with this guy was not moving forward,
and she thought that they would never take the next steps, well..clearly.
It's true that i'm not surprise...from almost of my life i just thought that there's no guy in this world who already prepare for what it called a commitment.
i had a five miserable years which i spent for waiting someone who's don't even think about commitment.
formerly i thought maybe it's a sacrifice that i just had to through for sumthin' we called it love.
but then i realize..that's not love....
love should be a thing who bring a happiness and goodness,
not a tear becoz you missing him sooo bad, and he's not even want to talk or meet you..
I do remember..
there's a last questioned that i asked him, "do i ever cross in ur mind..?"
coz i'm really tired for this such a long indeterminancy.
He confessed that he didn't want me to get over him and that he didn't want me out of his life. What a huge schmuck i thought.
He want me on his side but he don't even ensuring what we had for these years..
Then i just thought that maybe i'm just the one who's fall in love alone,
the unloved ones..
and i'm so stupid for waiting around and expecting him.
I will take my time deciding who I will allow to love me. I won't rush into anything but I will allow a date to be a date.
I believe that the things called for commitment involved two people who's prepared. It's not about your marriage license, your wedding ceremony, nor your living arrangements. When you commit, you are in fact agreeing for taking responsibility and integrity, "I am agreeing to share my life with my partner, to assist in his/her personal growth development and happiness wherever and whenever I can. I also agree to cherish and protect this union with my partner so it can forever flourish and always remains a happy one. I am agreeing to this because I want to, and for no other reason."
Tuesday, July 22, 2008
Wednesday, July 16, 2008
Life Is Often Difficult
Gosh...........
it's really...really fucked up!!
she's a bitch!!
an ultimate number one bitch that i've ever seen in my whole life
definitely now the obstacles become the great one
the mass destructive noon has been done!!
clearly...i just need to think to clearly..
just like what my friend said.." life is often difficult"
when life is most difficult,
we must hold fast to our dreams,
when the answer are unclear,
we must maintain our faith,
when the problems are greatest,
we must maintain our confidence,
when obstacles are greatest,
we must continue our pace,
the impossible can only exist,
when we no longer believe
in the existenceof possibilities...
Good lord vina....how come u cud be so much wiser...haahhahaha..
it's really...really fucked up!!
she's a bitch!!
an ultimate number one bitch that i've ever seen in my whole life
definitely now the obstacles become the great one
the mass destructive noon has been done!!
clearly...i just need to think to clearly..
just like what my friend said.." life is often difficult"
when life is most difficult,
we must hold fast to our dreams,
when the answer are unclear,
we must maintain our faith,
when the problems are greatest,
we must maintain our confidence,
when obstacles are greatest,
we must continue our pace,
the impossible can only exist,
when we no longer believe
in the existenceof possibilities...
Good lord vina....how come u cud be so much wiser...haahhahaha..
Monday, July 14, 2008
Stupidity Makes Us Human
Sometimes i go stupid
Sometimes all of us going stupid
We're all stupid!
Stupidity makes us human!
At least that's what i thoughts
Ada satu waktu dimana kita ingin pergi dari realita dengan cara menenggak sebotol vodka atau meneteskan Baileys Irish Cream pada secangkir teh hangat.
Atau mengkonsumsi pil-pil golongan benzodiazepine, seperti valiumdosis rendah di malam hari.Pelarian kecil-kecilan.
Cenderung pengecut!!!
And yes..that's stupid!
Ketika menemukan kepenatan mungkin beberapa orang akan berusaha melupakannya dengan pergi ke club, have fun sampai pagi, teler, dan berakhir bangun di tempat tidur dengan seseorang yang tadi malam baru kenal di club hingga namanya saja tidak bisa diingat..
Sedangkan saya...Saya akan memilih pergi ke gym, treadmill...berkeringat dan letih...hingga tidak bisa memikirkan apapun selain istirahat dan tidur terlelap sampai pagi.
Memang ada beberapa orang yang saya kenal dekat melakukan hal-hal yang tadi saya ungkapkan diatas.Yaah.., lagi-lagi it's all about choices..
I won't judging someone for something that might sounds really really...mmmmhh...apa ya...saya sendiri juga susah menterjemahkannya.
But then...we're all just human yang bisa kapan saja melakukan kesalahan, dan kebodohan.We're no saint right..?
Dan lagi-lagi sebuah pembenaran dari seorang vina..
Sometimes all of us going stupid
We're all stupid!
Stupidity makes us human!
At least that's what i thoughts
Ada satu waktu dimana kita ingin pergi dari realita dengan cara menenggak sebotol vodka atau meneteskan Baileys Irish Cream pada secangkir teh hangat.
Atau mengkonsumsi pil-pil golongan benzodiazepine, seperti valiumdosis rendah di malam hari.Pelarian kecil-kecilan.
Cenderung pengecut!!!
And yes..that's stupid!
Ketika menemukan kepenatan mungkin beberapa orang akan berusaha melupakannya dengan pergi ke club, have fun sampai pagi, teler, dan berakhir bangun di tempat tidur dengan seseorang yang tadi malam baru kenal di club hingga namanya saja tidak bisa diingat..
Sedangkan saya...Saya akan memilih pergi ke gym, treadmill...berkeringat dan letih...hingga tidak bisa memikirkan apapun selain istirahat dan tidur terlelap sampai pagi.
Memang ada beberapa orang yang saya kenal dekat melakukan hal-hal yang tadi saya ungkapkan diatas.Yaah.., lagi-lagi it's all about choices..
I won't judging someone for something that might sounds really really...mmmmhh...apa ya...saya sendiri juga susah menterjemahkannya.
But then...we're all just human yang bisa kapan saja melakukan kesalahan, dan kebodohan.We're no saint right..?
Dan lagi-lagi sebuah pembenaran dari seorang vina..
Sunday, July 13, 2008
Affair
Affair: Do you think it's quite acceptable?Entah kenapa saya cukup mudah menerima excuse mengapa orang melakukan perselingkuhan.Saya rasa itu membuat saya menjadi minoritas, namun saya sama sekali tidak punya masalah menjadi minoritas yang powerless.Entah apa karena saya yang terlalu open minded sehingga saya well-acceptable dengan kata-kata affair, atau saya yang terlalu ekstrim.Menjalin affair adalah suatu pilihan.Dan saya yakin mereka yang terlibat affair telah mengalami pergulatan terhebat dalam hidupnya. Pergulatan dengan diri mereka sendiri.Saya banyak mengenal orang-orang yang terlibat affair.Bahkan saya punya seorang ibu yang melakukan affair, tapi itu bukan masalah bagi saya.Ibu saya adalah seorang janda yang menurut saya cukup attractive di usianya yang diatas 50 tahun. Laki-laki itu satu kantor dengannya, kind of affair in the office dan menurut saya suatu hal yang romantis.Saya amat kagum dengan Ibu saya. Sosoknya begitu kuat, dia tidak pernah mengeluh, sabar, dan satu hal yang paling saya sukai..ia tidak pernah menunjukkan kesedihannya di hadapan orang, termasuk saya.Mungkin karena ia punya kedudukan penting di kantornya, karena itu penting baginya untuk menjaga image sebagai seorang yang tidak boleh kelihatan lemah.Walaupun begitu saya bisa merasakan bagaimana berdukanya ia ketika perceraiannya dengan Ayah saya menjadi pembicaraan di keluarga besar kami. Di keluarga besar kami Ibu memang satu-satunya yang bercerai.Dia tidak menyesal karena berpisah dengan Ayah saya, menurut saya dia menyesal karena tidak bisa memberikan Ayah yang seharusnya bertanggung jawab dan membahagiakan saya dan adik saya.Ayah memang memberikan kedukaan yang panjang untuk Ibu. Saya tidak pernah mengerti mengapa Ayah tega melukai Ibu, padahal Ibu adalah istri sekaligus Ibu yang baik dan amat sangat bertanggung jawab bagi anak-anaknya. Ibu memang mendominasi Ayah. Ibu sudah memainkan peran menjadi kepala keluarga bahkan jauh sebelum mereka bercerai. Setelah perceraian mereka justru saya seperti melihat Ibu saya bangun dari kedukaannya yang panjang. Dia begitu hidup, saya tidak pernah melihat ia seperti ini sebelumnya. Dia seperti terbebas dari belenggu yang merantainya bertahun-tahun. Saya yakin ia menikmati menjadi seorang janda. Janda yang cantik dan bahagia. Belakangan dia dekat dengan seorang laki-laki, saya baru tahu ada sosok yang membuat Ibu begitu bahagia. Itu bagus. Dia laki-laki beristri yang baik, setidaknya menurut saya. Keluarga besar kami tahu, mereka setuju dan ingin agar mereka segera meresmikan hubungan.Dengan kata lain Ibu akan menjadi istri ke-2, posisinya pasti sulit, saya yakin dia memikirkan itu. Menjadi pihak yang dituding sebagai perusak rumah tangga orang atau orang ketiga cukup membuatnya stress. Saya yakin Ibu tidak ingin dicap seperti itu.Saya juga yakin Ibu ingin menikah bukan karena kebutuhan biologis, karena diusia 50 tahun saya rasa wanita lebih membutuhkan sosok yang selalu mendampingi dan ngemong untuk teman bicara, bertukar pikiran, membahas anak-anak, ketimbang untuk kebutuhan sex semata-mata.Saya tidak bilang affair itu bagus. Tapi kalau affair memang suatu pilihan, mengapa tidak?.Saya tidak membela ibu saya dengan ketersetujuan saya akan affair. Tapi di posisinya yang sulit saya tahu dia butuh seseorang untuk berbagi. Dia butuh kasih sayang dan sentuhan seorang laki-laki.
Saya sangat menyayangi Ibu, hanya saja saya kurang bisa mengungkapkannya. Ingin rasanya saya bilang "saya sayang Ibu" tapi sepertinya mulut ini kaku dan kata-kata ini tidak bisa keluar dari mulut saya.Saya sering mengalami pertengkaran kecil dengan Ibu, karena hal-hal sepele. Dan kata-kata yang keluar dari mulut saya terdengar menyakitkan, padahal sungguh saya tidak ingin mengatakan itu.Entah kenapa kami berbeda dalam banyak hal.Ibu sangat logis, praktis dan realistis. Dia cepat dan tanggap. Ibu juga mudah bersosialisasi.
Berbeda dengan saya, saya melihat semua hal dalam empat dimensi. Saya punya dunia saya sendiri, murni dengan sel-sel otak saya. Dunia yang hanya bisa dimengerti oleh saya dan orang yang sama dengan saya.Saya memang sedikit kompleks. Saya betah menikmati lukisan-lukisan atau pameran foto di galeri. Saya menikmati berjalan kaki di pedestrian side sambil menikmati cuaca, orang-orang dan kendaraan yang lalu lalang, dengan anthem song damien rice-the blower's daughter. Saya melahap buku-buku filsafat. Terkadang saya terlalu mendramatisir keadaan. Saya bisa menangis hanya dengan mendengarkan lagu melankolis trashcan sinatras-leave me alone.Good lord...Ya..dan saya begitu tenggelam ketika mendengarkan Easy to Please-nya Coldplay.Lagu ini amat sangat gw-bgt, pada kenyataannya memang mudah untuk membuat saya senang, karena saya tidak pernah meminta lebih dari yang seharusnya. Tapi sedikit sekali orang yang bisa membuat saya senang, otherwise i'm so easy to please.
Kembali lagi ke permasalahan affair, seperti yang saya jelaskan sebelumnya Affair memang tidak baik,dan saya yakin pihak perempuan adalah yang paling dirugikan.Tidak mudah sebenarnya bagi mereka yang melakukan affair, itu memang benar.Affair is choices, and life is full of choices, jadi daripada men-judge seseorang atas apa yang benar dan yang salah mengapa kita tidak mencoba berkaca pada diri kita,apakah kita sudah lebih baik dari mereka yang notabene melakukan affair, sehingga kita bisa men-judge bahwa mereka lebih rendah” Ask for yourself..
Saya sangat menyayangi Ibu, hanya saja saya kurang bisa mengungkapkannya. Ingin rasanya saya bilang "saya sayang Ibu" tapi sepertinya mulut ini kaku dan kata-kata ini tidak bisa keluar dari mulut saya.Saya sering mengalami pertengkaran kecil dengan Ibu, karena hal-hal sepele. Dan kata-kata yang keluar dari mulut saya terdengar menyakitkan, padahal sungguh saya tidak ingin mengatakan itu.Entah kenapa kami berbeda dalam banyak hal.Ibu sangat logis, praktis dan realistis. Dia cepat dan tanggap. Ibu juga mudah bersosialisasi.
Berbeda dengan saya, saya melihat semua hal dalam empat dimensi. Saya punya dunia saya sendiri, murni dengan sel-sel otak saya. Dunia yang hanya bisa dimengerti oleh saya dan orang yang sama dengan saya.Saya memang sedikit kompleks. Saya betah menikmati lukisan-lukisan atau pameran foto di galeri. Saya menikmati berjalan kaki di pedestrian side sambil menikmati cuaca, orang-orang dan kendaraan yang lalu lalang, dengan anthem song damien rice-the blower's daughter. Saya melahap buku-buku filsafat. Terkadang saya terlalu mendramatisir keadaan. Saya bisa menangis hanya dengan mendengarkan lagu melankolis trashcan sinatras-leave me alone.Good lord...Ya..dan saya begitu tenggelam ketika mendengarkan Easy to Please-nya Coldplay.Lagu ini amat sangat gw-bgt, pada kenyataannya memang mudah untuk membuat saya senang, karena saya tidak pernah meminta lebih dari yang seharusnya. Tapi sedikit sekali orang yang bisa membuat saya senang, otherwise i'm so easy to please.
Kembali lagi ke permasalahan affair, seperti yang saya jelaskan sebelumnya Affair memang tidak baik,dan saya yakin pihak perempuan adalah yang paling dirugikan.Tidak mudah sebenarnya bagi mereka yang melakukan affair, itu memang benar.Affair is choices, and life is full of choices, jadi daripada men-judge seseorang atas apa yang benar dan yang salah mengapa kita tidak mencoba berkaca pada diri kita,apakah kita sudah lebih baik dari mereka yang notabene melakukan affair, sehingga kita bisa men-judge bahwa mereka lebih rendah” Ask for yourself..
Another Sunday Thoughts
"There's a love that transcends
All that we've known of ourselves
And I'll wait for it to come
I'll wait for it to come
Well..it's got to be strong to touch my heart through it's shell
And I'll wait for it to come.."
That's just another lyrics from Copeland,
which may represent what i am truly feels in this very moment.
I just dunno for sure what kind of things just happened lately,
But surely...i'm happy...
Definitely!!
All that we've known of ourselves
And I'll wait for it to come
I'll wait for it to come
Well..it's got to be strong to touch my heart through it's shell
And I'll wait for it to come.."
That's just another lyrics from Copeland,
which may represent what i am truly feels in this very moment.
I just dunno for sure what kind of things just happened lately,
But surely...i'm happy...
Definitely!!
Thursday, July 10, 2008
Daily Routines
Kenapa masih aja ada orang-orang yang soooo irresponsible sama kerjaannya???
Padahal memang sudah jadi kewajiban dia dengan resiko kerjaan yang dikejar-kejar deadline, revisi dengan waktu ngga' menentu, jam tidur berantakan, dan berbagai hal printilan lainnya.
It's true that I feel soooo tired dengan segala rutinitas kerjaan yang menggila ini, but still....
gue masih bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan gue, dan segala deadline kerjaan yang bisa bikin gue jadi gaharrr!!!
Sempet kepikiran untuk cabut aja dari kerjaan ini dan cari tempat lain yang lebih baik in the name of harga diri, yang kadang-kadang udah ngerasa ditindas abis-abisan dan diinjek-injek (agak lebayyyy yee...kayanya).
Gimana ngga' bikin kesel kalo kerjanya cuma ngandelin orang lain, cuman bisa nyuruh-nyuruh, mau marah-marah ngga sih kalo liat orang tipe begini adalah coworkers lo sendiri. In fact he's so much older than you, and definitely should be the one who's take the responsibility.
Gosh...this is sounds crazy than you ever imagine.
Karena sekarang gue adalah bagian dari orang-orang ini.
Padahal memang sudah jadi kewajiban dia dengan resiko kerjaan yang dikejar-kejar deadline, revisi dengan waktu ngga' menentu, jam tidur berantakan, dan berbagai hal printilan lainnya.
It's true that I feel soooo tired dengan segala rutinitas kerjaan yang menggila ini, but still....
gue masih bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan gue, dan segala deadline kerjaan yang bisa bikin gue jadi gaharrr!!!
Sempet kepikiran untuk cabut aja dari kerjaan ini dan cari tempat lain yang lebih baik in the name of harga diri, yang kadang-kadang udah ngerasa ditindas abis-abisan dan diinjek-injek (agak lebayyyy yee...kayanya).
Gimana ngga' bikin kesel kalo kerjanya cuma ngandelin orang lain, cuman bisa nyuruh-nyuruh, mau marah-marah ngga sih kalo liat orang tipe begini adalah coworkers lo sendiri. In fact he's so much older than you, and definitely should be the one who's take the responsibility.
Gosh...this is sounds crazy than you ever imagine.
Karena sekarang gue adalah bagian dari orang-orang ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)